Bukan emosi terhadap Jay, melainkan terhadap dirinya. Chie, sederhana di balik gemerlap kehidupannya. Bokep indo “Hihihi, ada Ray.” Chie mencondongkan kepalanya ke depan dari balik pagar dengan sikap manja. “Ray…”
Ah! Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. “Chie.. Chie memanfaatkan salah satu prinsipku, yaitu bahwa aku takkan berhubungan seksual terang-terangan dengan gadis yang masih perawan, sehingga ia mencoba membuatku percaya bahwa ia sudah tidak perawan lagi. “Hanya maaf?” Jay tertawa. “Masalah apa?” tanya Ray. Kini semua rangkaian cerita sudah lengkap.Akulah Ray. Ada apa? Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis mendengar sindiran itu. “Chie…” erangku tertahan, mataku terpejam. “Ray…”
Chie mengerang lirih saat batang kemaluanku menusuk liang kemaluannya. Seandainya aku…Surabaya, awal Juni 1999Persiapan ujian benar-benar membuat kami sibuk. Yang lebih suka minum es dengan murahan daripada minuman-minuman mahal yang tersedia di kafe-kafe.




















