Eyaahh.. Playbokep Pak Minnh.. Ke lehernya. Benar, pintu tidak dikunci dan aku masuk dengan senyap demi membikin isteriku kaget. Gemas aku. Selama ini dia tidak berani menatapku. Keelluaarr.. Mulai kuselusuri dari tetek sampai leher kanan kiri dengan lidahku. “Maafkan isteriku yah” Entah kenapa tiba-tiba mata kami bertatapan kembali. Pak Minnh.. Bau minyak rambut Pomade menyergap hidungku. Tidak ada. Dan itu sering terjadi karena aku sering bepergian dalam waktu lama pula. Kudekati dia ketika mulai terisak-isak meneteskan air mata, ingin kutenangkan hatinya. Juuggaa.. Diam saja. Ataukah lagi mematut diri di cermin. Kaget. Kontolku mulai mengejang. Kuhisap-hisap. “Sudah sering kejadianya Mbok?” tanyaku. Mungkin saking asiknya mereka berolah asmara terkuaknya pintu tidak mereka sadari. Karmin akhirnya jebol juga pertahanannya. Ssooddooghh.. Gemas aku. Juuggaa.. Wuuhh gila, dahsyat sekali pemandangan yang kusaksikan ini. Sebentar kemudian kaki isteriku diangkatnya ke kedua bahunya yang bidang dan kekar itu (meskipun sudah tua tapi tubuh pembantuku masih gagah akibat pekerjaannya yang secara fisik membutuhkan kekuatan).




















