“Aduh, oh. Bokep mom Cepat pergi, nanti Nyonya keburu tahu..”, kata Bi Minah sambil menepuk pundakku. Dan dan bibirnya yang selalu memerah dengan bentuk yang indah dan menawan, mengeluarkan suara desisan panjang, saat merasakan bagian kebanggaan tubuhku kini sudah sangat keras dan berdenyut hangat mulai menyentuh dan menekan, mendobrak benteng pertahanannya yang terakhir. “Punya ijazah apa?”. “Punya ijazah apa?”. Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya. Tapi Nyonya Wulandari malah mendapat kepuasan. Entah sudah berapa kilometer aku berjalan kaki. Dan entah mendapat pertolongan dari mana, aku menemukan juga penyakitnya. “Eh, iya. Aku sempat memberinya sebuali kecupan kecil dibibirnya, sebelum memejamkan mata. hanya beberapa detik kemudian aku sudah menggelimpang ke samping, sambil menghembuskan napas panjang. Dan entah mendapat pertolongan dari mana, aku menemukan juga penyakitnya. Terbebas dari siksaan batin, akibat terus menerus dipaksa dan didera untuk memuaskan nafsu birahinya yang liar dan brutal. Makanya Nyonya jadi kesengsem begitu melihat penampilanku, setelah tiga bulan lamanya bekerja jadi sopir dan pengawal




















