Dia masih asik berjalan menyusuri koridor lantai dasar sambil mengamati sekitar, memilih apa-apa saja yang akan dipakai untuk seharian ini. Kemudian merayap menuju lehernya yang halus, dan kini lidahku mulai menjilat-jilati dadanya. Bokep Yeah, aku akan terus menerus mencoretkan kenangan ini di hatiku, gak perlu takut kehabisan tinta, karna air hujan yang dicampur dengan tanah dapat aku gunakan sebagai tinta tambahan.Semakin lama, gak ada tanda-tanda hujan akan berhenti, bahkan semakin lebat mengguyur tubuh kami. Dia berjalan memasuki sebuah outlet pakaian paling mahal disana. Membiarkan kedua bibir kami saling mengecup dan kedua tubuh kami saling mendekap.“Hhhmmmmmm,” seolah ada yang menuntun kami untuk berpagut lebih dalam, bibir kami mulai saling bergerak-gerak, lidah kami mulai bermain saling membelit.Aku membuka sedikit mataku, Sava masih terpejam, pelukannya semakin erat bahkan jari-jari lentiknya mulai mencengkram pundakku. Kini sudah menjamahi ke dua paha Sava yang tak tertutup karna celana yang dia pakai sangatlah minim.“SShhhhh,” Sava mulai melenguh, aku hirup dalam-dalam aroma wangi nafas




















