Kemudian kepalaku bergerak menuju pangkal pahanya. Penisku tidak bisa berdiri. Bokep hot Hampir saja aku meloncat-loncat. Bagaimana, Pak… apa Bapak mau melanjutkan terapi yang terakhir besok?”Tentu saja aku mau melanjutkannya. Setelah mengenakan pakaiannya kembali dan kami kembali duduk di meja kerjanya, dokter itu lalu berkata, “Mohon diingat ya, Pak… apa yang kita lakukan barusan hanyalah sebatas untuk terapi… bukan untuk dilakukan di luar jam kerja saya…” Oh, aku mengerti maksudnya.Ia tidak mau kuajak kencan di luar praktek terapinya. wah.. lebih baik aku mencoba saja ke sana deh, siapa tahu ada mujizat yang terjadi. Saya jamin, Pak.” Lalu hari itu kami pun berpisah. Lalu dengan sorot mata tajam ia memandangku serta berkata, “Pak Kuntoro, saya rasa sebaiknya kita bisa mengadakan terapi seks sekarang juga.Di sebelah sana ada ranjang yang bisa Bapak gunakan untuk itu… Di sana saya akan menguji ketahanan Bapak untuk tidak berejakulasi selama beberapa menit… kalo memungkinkan nanti kita bisa berhubungan intim guna proses penyembuhan lebih




















