Enak Sin. Bokep Aacch!” kini gilirannya yang menyeracau tidak karuan. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur. “Wah jablaynya dah lama dong ya. END Aku pergi dulu ya”, sambil mencium pipinya. “Iya, mo nemenin?” “Mau si, cuman kan aku dah punya suami”. Kami menyantap makanan yang aku beli sampe tandas. “Kita mandi sama-sama yuk!” ajakku, “Badanku lengket karena keringat”.Kami masuk ke rumah menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat. “Genit ah”. Wah kliatannya mo curhat neh. Kuremas-remasnya toketnya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur.




















