Mbak Viona membuka mata dan memberi isyarat padaku agar duduk bersandar di dinding kamar mandi. Yang jelas, sudah aku bilang bahwa aku nggak pacaran sama Nita.”Aku sama sekali tidak bohong pada Sarah, karena aku sama Nita memang sudah punya komitmen untuk ‘tidak ada komitmen’. Bokep Emangnya kenapa sih, kok nyinggung-nyinggung Nita terus?” aku gantian bertanya.“Enggak kok, nggak kenapa-kenapa,” elak Sarah. Hanya sekitar sepuluh menit kami menunggu, sebelum bus berangkat.Dalam perjalanan di bus, aku tak tahan melihat Mbak Viona yang merem sambil bersandar. Dia tersenyum yang diteruskan mencium bibirku dengan lembut. Dan bus pun sudah mulai masuk terminal., Terdengar desahan Mbak Viona, sebelum dia memutar badan menghadapku.




















