Aku memang sudah biasa dengan kelakuan Rei. Xnxx bokep “Udah lah Rei, siapin dulu donk makanan buat pestanya” kataku sambil menepis tangannya. Aku yang sudah tidak bisa menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku. Aku tidak tahu sudah berapa kali aku orgasme malam itu. Ketika kulihat nama Rei, aku segera menjawab. Rei hanya diam ketika dia melihat tubuhku yang setengah telanjang. Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan jijik. Rei tau semua tentang aku. Rei pun menyambut ku dengan gembira. Hanya percakapan kecil yang terjadi, ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Mereka semua berbadan bagus dan bertampang yang lebih dari biasa. “Enggak, minum dulu baru boleh pulang.




















