Makanya aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk duduk di dalam mobil sementara ciecie itu menjelaskan dari luar dengan sebelah kaki menginjak sandaran kaki..Tapi aku yakin mukaku menjadi kemerah-merahan, sebab ciecie ini dari tadi bagaikan tertawa maklum dan betul-betul sapuan matanya menyapu wajahku terus-menerus.. Hai, perkenalkan.. Bokep wajar dong kalo aku saat itu kagum berat..)“Iya, dong.. kucopot juga bajuku sehingga tinggal singletku. Nampaknya dia sangat mengerti kegugupanku karena ia lalu berjongkok di sampingku dan memelukku erat-erat. Tapi kulihat Cie Lena cuek aja, malah mengerdipkan sebelah matanya padaku.Kami menuju pelataran parkir luar dimana sebuah mobil serupa dipamerkan –dan nampaknya bisa dicoba. Eh, aku lupa. Tapi bagusnya, uang sakuku jadi bertambah. aku udah kepengen banget niih..“Cie Len.. Kamu udah pernah ‘maen’, ya? Menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sehingga dadanya membusung sedang posisi pinggul dan otomatis memeknya tersodor bagai ingin disajikan.. Tapi kalo pulang, Cie Pin naik bis sedang aku dijemput Cie Sian. Eh, aku lupa. “Aih..




















