Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Bokep hot Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. “Sempurna” katanya dingin. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah.




















