David Lee’s having a normal day, working at the front desk of a wedding reception rental hall, when he’s bombarded by not one, not two, but FIVE angry brides. These brides are Vivianne DeSilva, Lolly Dames, Sandy Love, Texas Patti, and Shay Sights… Bokep and they are NOT happy in the least bit. It turns out that due to a glitch in David’s booking software, all five of their weddings were scheduled at the same time! It’s a total catastrophe, and each bride starts trying to convince David to let THEM be the one to have their wedding first. David tries to call his boss to help resolve the issue, but they don’t answer. Unfortunately, it’s up to David to decide… but WHICH of these ferocious brides should he pick? In a desperate attempt to win David to each of their causes, the brides start trying to seduce him to their favor. But these brides are all equally pretty, so it’s going to take a lot more than flirting to sway David in one direction or another. Up to the task, the brides decide to reverse-gangbang the young clerk, each of them competing for the chance to save their would-be special day.
“Ahh… shiit! Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu. Ketika aku bergerak seperti menarik batang kemaluanku keluar dari liang kemaluannya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya yang tadinya menendang-nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga melingkar di pinggangku seperti tidak ingin batang kemaluanku lepas dari lubang kemaluannya. “Makasih juga ya Ko, kamu juga hebat”, suatu pujian yang biasa kuterima.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya.Sekarang aku melihatnya dengan cara yang berbeda. udah.. “Lu diam aja jangan banyak ngomong”, ujarku cuek. Kemudian dia bangkit dengan tubuh yg lemah ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih Irene kembali lagi ke kamar. agh uufffssshhh u.. Sambil kuayun, mulutku dengan sistematis menjelajah bukit di dadanya, dan seperti biasanya, dia tekan belakang kepalaku ke dadanya, dan aku turuti, habis emang nikmat











