“Jay, pinjam kamarnya.”
Jay hanya tersenyum, matanya masih terpejam. Playbokep Chie. Tanpa mereka sadari. Ah, Chie. Sehingga aku, entah bagaimana, terpancing untuk datang ke rumah Jay demi menuntut penjelasan. Jay menatap kerlipan lampu kota di bawah kaki kami. “Ray, kamu tahu?”
“Apa?”
“Masalah Jay. Karena Chie adalah seorang sahabat. “Jay, Chie menyuruhku ke sini. Di saat aku pun berjuang melawan desisan hawa nafsu yang bergejolak dalam diriku.“Ray…”
“Ada, pasti ada suatu saat nanti,” desahku. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. “Jay, Chie menyuruhku ke sini. Tepat siang itu mereka berdua sudah memutuskan untuk mengakhiri kemunafikan itu. Pahit dan menyenangkan. Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. Aku sendiri juga heran, kenapa setelah saat itu Chie tidak mengandung anakku.




















