Walaupun gag mau mikirin terus kejadian tersebut tapi aqu tetap merasa kurang enak karena telah menyentuh sesuatu pada badannya walaupun gag sengaja, waktu kutengok ke arah meja kerjanya melalui kaca pintu ruanganku dia juga kelihatannya kepikiran dgn kejadian tersebut, untung waktu masuk kerja masih empat puluh lima menit lagi jadi belum ada orang, seandainya pada waktu itu sudah banyak orang mungkin dia selain merasa kaget juga akan merasa malu.Aqu kembali melaqukan rutinitas keseharian menggeluti angka-angka yg yg gag ada ujungnya. “Kenapa kamu menangis vi.”
Dia diam tak menyahut. Bokep mom “Vi, udah malam nih, saya pulang dulu ya ..”
Terhenyak dia dan menatapku .. “Tak usah pak, biar sampai sini saja.”“Gag apa-apa, taqut ada apa-apa biar aqu antar sampai depan pintu.”Dasar, kakiku menginjak sesuatu yg lembek ditanah dan hampir saja terpeleset karena penerangan di depan rumahnya agak kurang.




















