Welehh, ternyata rencanaku terbaca olehnya.“Bukan begitu, say. Bokep & seketika kutoleh, suara itu ternyata berasal dari seorang wanita yang ciri-cirinya sama dengan ciri-ciri wanita yang kunanti-nanti.“Pepy yah..?” Sapa wanita itu dengan suaranya yang lebih manja & lebih enak didengar ketimbang suaranya yang selama ini kudengar melalui telepon.“Iya. Ntar di rumah aja” Jawab Vega. ohh.. saya gembira sekali dengan jawaban Vega. saya ingin menikmati memeknya. saya terkapar lemas diatas perut Vega. Vega terdiam tanpa menjawab. saya gembira sekali dengan jawaban Vega. Kamu Vega, khan? Kupikir ia akan memilih untuk pulang.Ternyata ia berdiri disampingku bersiap untuk mengikutiku ke kamar hotel. Tak kuperdulikan Vega yang terbengong-bengong menatap & memperhatikan gerakku.“Kamu mau kemana? bener-benerrhh dimasukin sihchh.. saya mau memastikan apakah saya bisa menyemprotkan air maniku di dalam memeknya. kamu kok bisa nebak seperti itu” ujarku tersenyum.“Soalnya dari mana kamu tau di dalam ada TV segala. saya mencium bibirnya dengan sedikiit memaksa. Ia terjatuh dengan kembali menginjakkan kakinya ke lantai. he..he..he.Setelah




















