Tak berapa lama Viko menyodokan batang penisnya semakin cepat dengan tubuuh mengejang,“Aaaarrrgghhh….aku keluaaarrr sayang…pejuhnya dikeluarin di dalam aja ya biar nanti anaknya ganteng kayak aku” rancu Viko saat meraih orgasmenya.“Jangan Viko…aku gak mau hamil” rengekku. Aku berniat untuk segera mengganti rok ketat milik mbak Sari dan celanaku kembali karena sudah sangat tidak nyaman aku kenakan. Video bokep “Crooott…crooott..crooott” pejuhnya pun menyembur semuanya di dalam vaginaku.“Brengsek kamu Viko” umpatku. Ingin rasanya aku segera resign dari kantor itu, namun karena adanya kontrak dan rasa tanggung jawabku terhadap pekerjaanku, tepaksa aku menahannya walau tak mungkin lama lagi.Orang tuaku yang tidak mengetahui soal pemerkosaan ini pun selalu mendoakanku setiap pagi agar aku sukses dalam karirku padahal justru karena karir ku inilah masa depanku menjadi rusak. Aku jadi panik sekali hingga tibalah seorang rekan kerjaku yang tubuhnya lebih kecil dariku namanya Sari.“Kenapa kamu Nis, kog lihatannya panik gitu?” tanya Sari.“Ini mbak aku lupa bawa rok kerjaku…gimana nih mbak kalau sampai ketahuan bos”




















