Tidak semua usaha bisa bejalan dengan mulus, gonta ganti bidang sudah aku alami. Aku mengambil dua lembar uang seratus ribuan dan kuberikan pada mbak Ratih.“Uang apa ini mas?” tanya mbak Ratih heran.“Buat beli oleh-oleh anak-anak mbak Ratih” jawabku.“Beneran ini mas?” katanya senang.“Iya mbak…”“Makasih ya mas…”“Tapi ini dulu donk…” kataku sambil kuletakkan jari telunjukku di bibirku dan mbak Ratih pun paham dengan kode yang kuberikan.Kami berdua lantas berciuman sejenak sebelum kemudian ia berlalu keluar menemui suaminya yang sudah menunggunya di luar.Selesai. Video bokep jepang Mbak Ratih tak menjawabnya, ia mengangkat kepalanya sebentar menatapku kemudian tertunduk kembali.“Kog ga dijawab mbak?” tanyaku. Mbak Ratih tak memberikan respon, malahan posisinya sedikit ditarik ke belakang.“ya sudah, kalo gitu memang lebih baik usaha ini ditutup saja” kataku kecewa. Selain dekat dengan anak, menantu dan cucunya, memang itu lebih baik untuk Ibu daripada hanya hidup berdua denganku yang lebih sering sendiri di rumah karena kutinggal dengan segala kesibukanku.Otomatis warung makan pun terbengkalai dan kuputuskan tutup




















