Sampai akhirnya pria diatas wajahku menarik paksa batang kelaminnya dari mulutku…lalu…splash….splash…splash, semprotan demi semprotan cairan putih kental menyirami wajahku, dan aku hanya terpejam pasrah menerimanya. Bokep Suara seperti sumbatan terlepas dari botol terdengar ketika si lelaki mencabut kemaluannya dari vaginaku, dan segera tercipta air terjun kecil cairan sperma jatuh keluar dari organ intimku. Kembali erangan rintihan sepasang manusia memenuhi seantero kamar. Mataku terpejam, menikmati hujaman demi hujaman daging keras tegang memasuki liang senggamaku. Aku mulai terisak, dan mencoba berteriak..”tolo….”, belum usai teriakanku tangannya membekap mulutku..”sssst…tenang sayang, kamu gak mau membangunkan seluruh penghuni kos di sini kan? Tangannya kini meremas-remas payudaraku yang tak tertutup itu, sementara tangannya yang lain masih melingkar kuat di pinggangku. Namun sesosok wajah asing tepat di hadapanku, lalu “mmmff…siapa..pfff”, teriakanku terhenti ketika satu telapak tangan membekap mulutku, tanganku berusaha menggapai, tetapi semacam ada kekuatan yang menghalaminya, aku menoleh ke kanan dan kekiri…betapa terkejutnya aku, dua orang lelaki muda yang tak kukenal masing-masing memegangi




















