Berlutut di depanku..”Aku membisu, kaget juga mendengar perintahnya.“Kamu tidak mau memeriksanya, Bay?” tanya Bu Lia sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.Meski ada perasaan senang, namun aku tetap berusaha meredakan debar-debar jantungku. Bokep mom Mbak..”“Hanya sekali cium saja?”“Seribu kali pun aku bersedia.”Bu Lia tersenyum manis ditahan. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, serta sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?”Aku mengangguk tak berdaya.“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Bu Lia tersenyum nakal dan membuat Cerita Dewasa Dominasi Seks Atasanku ini semakin menyenangkan.Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak bisa bergerak. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu.“Bayu.”“Hmmm….?…”“Tatap mataku,, Bay..”Aku menatap bola matanya.“Jilat cairan yg tersisa sampai bersih..”“Hmmm..” jawabku sambil mulai menjilati kemaluannya.“Jangan menunduk, Bay.




















