itu.. Bokep hot terus sayang.. Aku mendekati Nisa yang sedang rebahan, maksudnya sih mau nawarin makanan, tapi dian langsung bangun dan bertanya.“Fik, apakah dian salah bila dian mencintai Fik, dian sebenernya malu mengakuinya, tapi bila tidak diungkapkan, Nisa takut kalau Fik tidak mengetahui apa sebenernya yang Nisa harapkan. Nisa terus mendesah dan meracau tak karuan.“Aacchhhh.. Sebenarnya aku malu mendapat pernyataan seperti itu, namun karena merasa sudah akrab, aku berbisik kepada Nisa dan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Maafin Nisa yach, Nisa udah ngerepotin Fik, padahal kan sekarang waktunya libur dan istirahat, tapi Nisa malah meminta Fik menemui Nisa”.Aku terharu juga mendengar kejujuran dan kepolosannya, akhirnya setelah mendengarkan semua tentang apa yang ada dihatinya, sambil membelai rambutnya (agar perasaannya menjadi lebih tenang), aku pun berusaha meyakinkannya, bahwa semua yang dialami, adalah wajar, jika seseorang mencintai lawan jenisnya, dan tidak ada yang namanya salah, jika sudah menyangkut perasaan hati.Ketika dia menatapku dengan tatapan yang tajam, secara perlahan aku mencium keningnya.




















