Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Bokep indo live Ucap isteriku kalem.“Iya. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah




















