Dan aku selalu memanggilnya Tante Amanda.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Amanda. Bokep indo terbaru Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos. Aku tak rela Mbak Indira jadi milik orang lain. Apalagi oleh sesuatu yg aku sukai. “Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. “Cium dan peluk aku..”, bisik Lidya.Aku berusaha untuk menuruti semua keinginannya. Lidya hanya diam saja. Waktu itu aku melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tak mengerti. Hanya saja Bapak belum bisa membelikannya. Aku memang mudah sekali disogok.




















