Ironis. Video bokep “Entahlah..” sahutku lirih.Jay bangkit berdiri, menuju ke sudut ruangan dan mengangkat gagang telepon. “Chie.. “Ray…” kudengar gadis itu meratap terisak dalam dekapanku. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay! Menemuiku dan meminta maaf?”
Kutatap mata Jay, mencoba menyelami perasaannya, sama seperti dulu. Matanya menatapku saat aku keluar dari kamar. Selalu seperti ini.Rumah Chie terlihat sedikit gelap. “Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Aku dapat melihat alis matanya yang berkerut. “Aku besok ujian, Chie.”
Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.30 malam.




















