Tidak berhenti-hentinya aku membelai rambut-nya, sampai akhir-nya aku tertidur kembali. Playbokep Karen hening kembali. Seperti biasa-nya, secara reflek bak magnet muka-ku kedekatkan di daerah kemaluan-nya, dan ingin aku jilat daerah kemaluan-nya, terutama di clitoris-nya. Kemaluan Karen basah oleh cairan dari vagina-nya bercampur dengan air liur-ku. Perasaan lega, takut dan juga malu. Kami menjalankan hubungan ini benar-benar ‘backstreet’ dari keluarga-nya. “Aku dah ngga bisa bobok lagi. Kak Ditto ada lagu-lagu lama ngga?”. Ini totally hak Karen.”, sambung-ku cepat. Once again I am so sorry.”, kata-ku memohon.Tiba-tiba Karen berhenti memijatku, tetapi posisi-nya tetap duduk di atas pinggang-ku. Tapi Karen tetap memaksa aku untuk meminum obat-nya. Sekarang aku ingin menceritakan cerita flash back beberapa tahun yang lalu.




















