“Yee… Maya marah. Playbokep Mendingan pacaran sama Mas Andra, iya nggak?” pancingku. Asyik… pasti deh dia mau. Kulumat bibir bawahnya perlahan tapi penuh dengan hasrat, nafasnya mulai berat. Ih, ereksiku naik waktu melirik pahanya yang makin kelihatan. Tapi dia berusaha menutup-nutupinya.“Yah, kacian deh… habis putus sama pacar ya?” godanya. Tapi dia berusaha menutup-nutupinya.“Yah, kacian deh… habis putus sama pacar ya?” godanya. Habis aku pengin banget sih. “Aah… Mas Andra nakal deh…”Sekali lagi Maya mencubit pahaku. Nggak tahu, entah karena suaraku merdu atau mungkin karena suaraku fals plus berisik, Maya datang menghampiriku.“Lagi nggak ngapel nih, Mas Andra?” sapanya ramah (perlu diketahui kalau Maya memang orangnya ramah banget)
“Ngapel sama siapa, May?” jawabku sambil terus memainkan Sialannya Cokelat.




















