Tapi rasanya Mita betul-betul kesel banget waktu itu. Bokep hot Sebelum dia turun kutanya: “Ermita, apakah tujuh setengah juta cukup untuk membayar uang sekolahmu yang belum dibayar?” Aku mengeluarkan uang itu dari balik kemeja dan memberikan kepadanya. Anak ini jujur, tidak berbasa-basi.Kami masih berdiri di sana di dapur, aku memandang dia yang mengunyah pizza dan mereguk minuman kalengnya, sewaktu nasi dari rice cooker mengeluarkan aroma harum.“Wah nasinya masak, kita bisa lanjutkan dengan makan siang, Ermita”.“Tapi Andi tadi pergi beli nasi bungkus, Om.”“Kalau nanti dia datang, nasi bungkusnya kan bisa kamu bawa pulang”, kataku sambil mengeluarkan piring bersih dari lemari dan meletakkannya di meja makan. Aku jadi kasihan padanya. “Om bawa pakaianku”, bisiknya dalam pondonganku. Perempuan ini pelacur yang menjual keperawanannya. Walau ada kesan perkampungan kumuh, harus kuakui dia lumayan cantik.Aku menunggu di pintu kamar sewaktu dia keluar kamar mandi tak s***** lama.




















