Ketika kutekan bel dgn perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu di bukakan dan Bu Monic tersenyum manis dari balik pintu. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja.“Iya Bu cantik”, sahutku bergurau.Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra. Bokep indo terbaru kita bincang-bincang kamu mau pesen makan apa?”, kata Bu Monic sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Bu Monic menggelinjang liar dan,“Aku mau keluar Zal.. Tapi kita jangan pergi bareng ,nggak enak sama orang-orng kantor. Kulihat Bu Monic merem-melek menahan kenikmatan. Bu Monic hanya terdiam mengikuti sensasi yg kuberikan. Ciumannya semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yg kutau selama ini. kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Monic.Aku semakin tergagap, tak menyangka akan diajak seperti ini.“Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.Setelah membereskan berkas-berkas, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang.




















