Selesai Endar menutup pintu, ia agak kaget melihat kemaluanku terbuka, sambil menutup mulutnya ia meminta agar saya menutupnya.“Tutup itunya dong..!” katanya dengan manja.Saya katupkan kedua pahaku, batang kemaluanku saya selipkan di antaranya, sehingga tak terlihat dari atas, sedangkan bulunya terlihat dengan jelas.“Nah begini khan nggak terlihat…” kataku, dan Endar nampaknya setuju juga.Endar ragu-ragu untuk melakukannya, namun segera saya yakinkan.“Nggak apa-apa En, kamu khan sudah 17 tahun, berarti sudah bukan anak-anak lagi, lagian khan cuman bulu, kamu juga punya khan, udah nggak apa-apa. Bokep Hd Nanti jika saya sakit, saya bilang deh..”“Bukannya apa-apa, saya geli hi.. Yang ada hanyalah secarik kertas menutupi kemaluanku dengan tulisan, “YOU ARE THE GREAT”.Sejak saat itu, kami selalu melakukannya secara rutin dua minggu sekali, paling lama sebulan sekali. Hi… hi…” sambilnya ketawa cekikikan.“Oh, itu..? Endar masih merem-melek, tangannya tak mau lepas dari kemaluanku. Walaupun masih dengan ragu-ragu ia tetap memegang kemaluanku.Didorong ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah.




















