Aku hanya diam antara menyesal telah melakukan kesalahan lagi terhadap suamiku dan terpuaskan hasrat liarku. Setelah itu, sambil mulut dan tanganku terus bekerja memanjakan penisnya, mataku senantiasa menatap mata Pak Marsan. Bokep mom Tubuhku menggelinjang hebat saat lidahnya kembali menyusuri tulang belakangku dari leher terus turun ke punggung dan turun lagi ke arah pantatku. Baru kusadari betapa kacaunya ruang makanku! Ren..ni benar-benar legithhhh…” Gumam Pak Marsan di sela-sela napasnya yang memburu. Gila aku telah telanjang bulat di depan anak buahku sendiri!! Aku sama sekali tak mengharapkan balas budi seperti itu, tapi tentu saja aku sangat berterima kasih pada Pak Marsan karena aku pun kini dapat menikmatinya. “Kapan istrinya melahirkan?” tanyaku lagi. “Yach.. Itulah yang lebih berharga dibanding materi sebanyak apapun. Gila panas sekali benda itu!




















