Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Bokep indo Nanti kita jenguk jam 12 ya?”Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Kami tidak berkata apa-apa. Kemudian, Papa mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih lubang vaginaku.“Ohh.. Papaa.. Pa.. Sudah hilang kesadaran akan harga diriku.Melihat lampu hijau dariku, Papa segera menjalankan aksinya. Nina takut..” isakku mulai menitikkan air mata. Lelah masih terasa karena orgasme tadi sehingga aku tidak mampu melawan.“Pa.. Ketika aku berjalan ke ruang makan untuk makan pagi, aku hanya melihat Papa seorang diri sedang menyantap nasi goreng.“Pa, Mama mana? Kok gak ada?” tanyaku sambil mengucek mataku yang masih mengantuk.Pada saat itu Papaku tidak langsung menjawab, Ia tercengang untuk beberapa saat dan menatapku dengan pandangan tajam. Papa menekang-nekan dinding vaginaku yang masih rapat.Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan Papa tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus.




















