Tapi aku tidak banyak ragu.“Yan, Sodok Memek aku dong, aku sudah gak tahan nih” kata Nisa seraya memandangku sarat harap. Sebenarnya aku dah nafsu banget dari tadi, namun dalam hatiku aku gak inginkan manfaatin cewek yang lagi gak 100% sadar.Aku kecup bibirnya. Video bokep Please…” pintanya. “Iya Yan..” jawabnya lemah. Aku cuma unik nafas, pikirku barangkali aku baik sama dia, namun kan aku pun cowok biasa, mana ada cowok yang gak pusing terdapat cewek cantik istirahat disebelahnya“Ya terserah anda aja sih, meski menurutku agak aneh. “Aku mo kekamar mandi dulu yan, mo bersihin dulu” kata Nisa. Aku terdiam menilik masa lalu, memang sih Nisa dulu gak motivasi banget kuliahnya, kalo gak ditolong mungkin gak selesai.“Inget masa-masa skripsiku dulu gak ? Saat tersentuk, tubuh Nisa laksana tersetrum, seraya melenguh “Uhh….”. Tiba-tiba aku menerima telepon dari Nisa, rekan kuliahku dulu. Aku mengirimkan Nisa kekamar mandi dan menungguinya dari luar, guna meyakinkan Nisa gak apa-apa.Setelah Nisa keluar dari kamar mandi,




















