Aku terus memintanya untuk memperlihatkan bahwa dia memang benar tidak memakai CD.“Kalo malu, ya udah gak usah dari deket”, kataku sambil berjalan dengan maksud agar Sita menghadap ke kamera yang ada di belakangku tanpa aku menghalagi kamera.Akhirnya ia pun menyerah, dengan masih menghadap ke arahku dan ke arah kamera tentunya, ia berjalan mundur untuk menjauhiku, sampai di depan lemari pakaian, sehingga ia tidak bisa mundur lagi.“Ayo tunjukin, nanti aku kasih duit”, kataku mengingatkan tujuannya datang ke rumahku.Kemudian dengan perlahan, tangannya mulai menarik roknya ke atas, tampaklah pahanya yang putih mulus sampai ke atas pusarnya, dan terlihatlah bagian vaginanya yang bersih dan terawat rapi, hanya tampak beberapa bulu halus di sekitarnya.Aku tadinya mengira akan melihat bulu hitam lebat, seperti milik Widi, tapi ternyata, vagina Sita, tampak bersih, dan terawat, dan sejak saat itulah aku menyukai vagina yang terawat, tidak ditumbuhi bulu lebat.Melihat aku terbengong aSitas terkejut, Sita tidak langsung menurunkan rok pendeknya.




















