Akhirnya kami hanya rebahan saling berdampingan, masih bugil.“Yan kok sakit banget ya” tanya Rara. Aku memandangi Rara kemudian memeluknya. Bokep hot Kemudian dia melepas cincin itu dan meletakkannya di lantai. “Bolehlah, dari pada gak ada apa-apa” jawabnya sambil tertawa kecil. Dari vaginanya juga aku melihat darah mengalir. Hmm.. “Bukan disitu” kata Rara lagi. “Bukan disitu” kata Rara lagi sambil menutup mata dan memajukan bibirnya.Wah si Rara bener-bener menguji imanku. Kali ini Rara tidak terlihat tegang seperti waktu yang pertama. Badannya yang langsing tinggi dibalut dengan kulit putih mulus, ditambah payudara besar didadanya. “Ya kamu kan cewek, aku cowok, trus kita dah sama-sama dewasa, apa kamu gak takut” tanyaku. Rara melenguh kecil “Uhh….” sambil menekan selangkangannya kearah selangkanganku.Setelah beberapa kali mengelus bagian belakang sampai meremas pantatnya, aku meremas dadanya. “Masih mau lanjut gak Ra ?” tanyaku pada Rara. “Bukan disitu” kata Rara lagi. Dan mulai mengelus-elus bibir luar memek Rara yang sudah banjir itu.




















