Si Kumis lalu keluar ke tokoku, lalu kembali dengan beberapa botol minuman bersoda, lengkap dengan t,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, “Jangan bergerak lo, masih bagus kita gak perkosa! Bokep Si Kumis yang daritadi hanya menonton pun mulai tergoda untuk ikut menyiksa Dian. “AAAAAAAAH” teriak Dian sekeras-kerasnya, jauh lebih keras daripada saat dipukuli. Ia kemudian membuka tas si Hitam dan mengambil sebuah cambuk kulit. “AAAAAAAAH” teriak Dian sekeras-kerasnya, jauh lebih keras daripada saat dipukuli. Gak imbang sama pantatnya!” kata si Botak. Kemudian dengan kasar ia merobek kaos yang dikenakan Dian dan melemparnya ke mukaku, demikian juga dengan celana pendek yang telah ia peloroti dengan paksa. Ia lalu memeloroti celana dalam Dian ke bawah, sehingga kedua belahan pantat Dian tidak ditutupi sehelai benang pun. Ia lalu memeloroti celana dalam Dian ke bawah, sehingga kedua belahan pantat Dian tidak ditutupi sehelai benang pun. Ia kemudian membuka tas si Hitam dan mengambil sebuah cambuk kulit. Si Hitam merekam adegan penyiksaan itu dengan kamera HPnya.




















