Rissa May is struggling in her classes, but her stepbrother Jay Romero has most of the same ones. Bokep mom She tries to get him to help her by copying his homework. She sweetens the deal by popping her tits out, but Jay really needs to pass the class so she storms away. Later, Rissa corners Jay as he’s sitting on the couch. She hikes her miniskirt to show him her shaved pussy, offering to let him touch it. Soon, Jay is buried face deep in his stepsister’s cream filled coochie. In return, Rissa deep throat’s Jay’s hardon and even delivers a titty fuck between her big naturals. Turning around, Rissa slides down onto Jay’s lap so that she’s impaled on his hardon in reverse cowgirl. She gives another titty fuck and BJ, then has him go to the bedroom so he can do her in doggy on the comfortable bed. When Rissa rolls onto her back and spreads her thighs wide open, Jay sinks back into her velvet glove. He watches them titties bounce as she rocks his world in cowgirl, then lays back and enjoys as Rissa finishes him off with her boobs and feet until he cums on her chest. Jay agrees at that point to let Rissa copy his essay.
Kami saling berpandangan mesra,dia mengusap mesra wajahku yg masih menahan sakit menerima tusukan penisnya.“Mas… bagaimana rasanya”, bisikku mulai mesra kembali, walaupun sesekali kadang aku menggigit bibir menahan sakit. “Mass” bisikku lirih. Dia mengecup bibir ku sekilas lalu berkonsentrasi kembali untuk segera dapat membenamkan penisnya seluruhnya ke dalam liang vaginaku. Jemari kedua tangannya secara bersamaan mulai menggeraygi gunung “Fujiyama” milikku, dia mulai menggesekkan ujung-ujung jemarinya mulai dari bawah toketku di atas perut terus menuju gumpalan kedua toketku yg kenyal dan montok. “Ayo, aku sudah kepengen ngerasain nih… aku buka ya celana kamu”, katanya lagi.Dan dengan cepat dia berjongkok di depanku, kedua tangannya meraih pinggulku dan didekatkan ke arahnya. Lalu,“tahan sayang, baru kepalanya yg masuk sayang, aku tekan lagi yaah”, bisiknya.Tiba2 dia mencabut kembali penisnya yg baru masuk kepalanya saja itu dengan perlahan.“Ah… sayang, aku masukin nanti saja deh, liang vaginamu masih sangat sempit dan kering sayang.”
“vaginaku sakit Mas”, erangku lirih.





















