Aku hanya beralasan sekalian mau jalan-jalan ke Singapura, jadi Agnes berjanji akan menjemputku di bandara bila tiba.Agnes pun memenuhi janjinya, ketika aku sampai di bandara Singapura, ia menjemputku, wajahnya nampak tidak berubah dari tujuh tahun yang lalu, masih terlihat cantik dan seksi. Bokep Tujuan aku cuma satu yakni meminta maaf dengan Agnes secara langsung. “Man, ini suami saya, namanya John…” Agnes memperkenalkan suaminya padaku.“Herman…” jawabku sambil berjabat tangan dengannya. Sambil ber-onani aku membayangkan adegan yang sedikit ‘rape’ itu hingga tanpa sadar karena kecapekan aku pun tidur terlelap… Ya, dia sudah punya masa depan yang lebih baik, tak seharusnya aku menyakitinya lagi dengan persoalan masa lalu, apalagi itu adalah luka yang sangat besar. Cepat-cepat ku tutup pintu dan tidak mau tahu suara langkah siapa itu, paling-paling pembantu rumah tangga yang terbangun untuk ke toilet.Sedikit capek, jadi aku baringkan badanku di ranjang empuk kamar ini, tidak henti aku masih memikirkan apa yang aku lihat tadi.




















