Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Bokep viral terbaru Ah.., wanita yang lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberandianku,
“ Buka bajunya, celananya juga, ” ujar wanita tadi manja menggoda,
“ Nih pake celana ini..! Karena itulah, tidak akan hadir kesempatan ketiga. Ah masa bodo. Anggap saja tdiap-tdiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. “ Mbak Fera, pasien menunggu, ” katanya. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belum siap. Aku masih mematung. Apakah perlu menhitung kancing. Setelah beberapa lama menyodoknya, “ Terus dong Yang. Aku membalikkan badanku. Ah mengapa begitu cepat. Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Dia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Suara pletak-pletok mendekat. Aku mengurungkan niatku. “ Itu kali Mbak, ” kataku datar dan tanpa tekanan. Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Hap. Pokoknya turun. Lha wong Mbak Fera menutupi wajahnya begitu. Lalu dia bangkit dan pergi secepatnya.




















